You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sistem KPI DKI Bisa Jadi Model Nasional
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

DKI Bangun 56 Ribu Unit Rusun Tahun Depan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku akan terus menambah rumah susun (rusun) di Ibukota. Jika tahun ini dibangun 20 ribu unit, tahun depan rencanya akan dibangun 56 ribu unit. Sehingga akan semakin banyak warga bantaran sungai yang bisa di relokasi.

Sekarang saya tanya swasta mana yang bisa nyaingin saya bangun rusun 20 188 unit, tahun depan kami mau bangun 56000 rusun

"Sekarang saya tanya swasta mana yang bisa nyaingin saya bangun rusun 20.188 unit. Tahun depan kami mau bangun 56.000 rusun," kata Basuki, saat rapat pimpinan (rapim) beberapa waktu lalu.

Revitalisasi Kota Tua Akomodir Perkembangan Lingkungan

Basuki mengaku akan terus membeli lahan untuk pembangunan rusun. Karena dirinya menargetkan setiap tahun bisa membangun 50 ribu unit rusun. Selain melalui APBD DKI, pembangunan rusun juga akan menggunakan kewajiban pengembang.

"Ke depan tiap tahun kami akan bangun 50 ribu unit rusun. Jadi warga yang direlokasi akan semakin banyak," ujarnya.

Dia menambahkan setiap unit rusun yang dibangun seluas 36 meter persegi. Sehingga, setiap unit bisa ditempati oleh satu keluarga, karena dilengkapi dengan dua kamar tidur. 

"Nanti semua rusun yang dibangun luasnya 36 meter persegi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6793 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5668 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2990 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2115 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1883 personAnita Karyati